Barang siapa menjadikan Allah sebagai Wali dalam hidupnya, maka dia menjadi Wali Allah.
Barang siapa menjadikan Allah berkedudukan khusus dalam hidupnya, maka Allah mengkhususkan diri - Nya.
Allah itu tergantung praduga (dhon) para hamba.
Barang siapa berbaik sangka (husnudhon) dengan Allah, niscaya mendapatkan husnudhon - Nya, jangan sekali-kali berkeluh kesah dengan kenyataan yang diterima dan dirasakan. Semua sudah ditetapkan dalam Lauh Mahfudz, Allah tidak pernah salah dalam menetapkan takdir para hamba - Nya.
sidi Miftahulluthfi Muhammad.